Si Kecil Doyan Cokelat? Perhatikan Hal Ini Saat Memberikan Cokelat
Jakarta - Cokelat merupakan salah satu camilan favorit anak. Mulai dari lolipop cokelat, susu cokelat hingga permen cokelat. Cokelat memang dapat memberikan energi untuk si kecil, akan tetapi perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemberiannya.
Sebelum membeli cokelat sebaiknya perhatikan dahulu kandungan gulanya. Jika kandungan gulanya tinggi, maka cokelat pada anak perlu dibatasi.
1. Kandungan kafein
Cokelat mengandung kafein, jika dikonsumsi secara berlebih maka kafein akan menyebabkan efek negatif dalam tubuh. Salah satunya adalah dapat menimbulkan rasa gelisah, sulit tidur dan bersifat diuretik (sering buang air kecil). Dalam 28 gram cokelat mengandung kafein sebesar 5 mg. Jumlah ini masih aman untuk dikonsumsi.
2. Kandungan gula
Banyak anggapan cokelat dapat sebabkan kegemukan dan merusak gigi. Padahal kandungan gula yang ada di dalam cokelat adalah salah satu penyebabnya. American Heart Association merekomendasikan 6,5 sendok teh gula per hari untuk anak. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula dapat mempengaruhi kepekaan insulin dan obesitas. Minuman cokelat instan, es krim rasa cokelat biasanya tinggi akan gula.
3. Jenis cokelat
Jenis cokelat berbeda-beda. Untuk dark chocolatemengandung kakao sekitar 30 sampai 70 persen. Cokelat jenis ini mengandung antioksidan tertinggi. Sedangkan untuk white chocolate hanya mengandung sekitar 10 persen cokelat murni dan tinggi akan lemak.
4. Porsi pemberian
Agar tetap aman mengonsumsi cokelat, sebaiknya berikan anak 3 kotak ukuran kecil cokelat dengan ukuran sekitar 2 cm x 2 cm dalam sekali pemberian. Anak dapat diperkenalkan cokelat setelah usianya 1 tahun.
5. Kenali alergi
Meski cokelat aman dikonsumsi dalam jumlah yang moderat untuk balita. Memberikan susu dengan campuran rasa cokelat atau cokelat bar yang mengandung susu memang dapat menyebabkan alergi bagi anak yang memiliki riwayat alergi susu atau laktosa intoleran.
(Sumber : food.detik.com)
Cokelat mengandung kafein, jika dikonsumsi secara berlebih maka kafein akan menyebabkan efek negatif dalam tubuh. Salah satunya adalah dapat menimbulkan rasa gelisah, sulit tidur dan bersifat diuretik (sering buang air kecil). Dalam 28 gram cokelat mengandung kafein sebesar 5 mg. Jumlah ini masih aman untuk dikonsumsi.
2. Kandungan gula
Banyak anggapan cokelat dapat sebabkan kegemukan dan merusak gigi. Padahal kandungan gula yang ada di dalam cokelat adalah salah satu penyebabnya. American Heart Association merekomendasikan 6,5 sendok teh gula per hari untuk anak. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula dapat mempengaruhi kepekaan insulin dan obesitas. Minuman cokelat instan, es krim rasa cokelat biasanya tinggi akan gula.
3. Jenis cokelat
Jenis cokelat berbeda-beda. Untuk dark chocolatemengandung kakao sekitar 30 sampai 70 persen. Cokelat jenis ini mengandung antioksidan tertinggi. Sedangkan untuk white chocolate hanya mengandung sekitar 10 persen cokelat murni dan tinggi akan lemak.
4. Porsi pemberian
Agar tetap aman mengonsumsi cokelat, sebaiknya berikan anak 3 kotak ukuran kecil cokelat dengan ukuran sekitar 2 cm x 2 cm dalam sekali pemberian. Anak dapat diperkenalkan cokelat setelah usianya 1 tahun.
5. Kenali alergi
Meski cokelat aman dikonsumsi dalam jumlah yang moderat untuk balita. Memberikan susu dengan campuran rasa cokelat atau cokelat bar yang mengandung susu memang dapat menyebabkan alergi bagi anak yang memiliki riwayat alergi susu atau laktosa intoleran.
(Sumber : food.detik.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar